Minggu, 27 Mei 2012

Bahasa Indonesia Memahami Kalimat Majemuk


A.   Memahami dan Menggunakan Kalimat Majemuk   Setara

  1. Kalimat
          Majemuk Setara
     
    Kalimat Majemuk Setara ialah kalimat yang terjadi dari dua klausa atau lebih yang saling berhubungan. Setiap klausa dalam kalimat majemuk setara mempunyai kedudukan yang sama. Antara klausa yang satu dan klausa yang lain dihubungkan oleh kata penghubung (konjungsi). Posisi konjungsi dalam kalimat majemuk setara mungkin di awal mungkin pula di tengah kalimat. Stuktur umum kalimat majemuk setara dalam bentuk diagram dapat digambarkan seperti berikut ini.



 






+

sedangkan
 
Contoh :
a. Lukisan pertama mengagumkan kita,                              lukisan lainya jelek.



dan
 
 
b. Waktu itu ayahmu sangat lapar sekali                             hari telah pukul dua siang.



tetapi
 
 
c. Saya senantiasa berwajah murung,                        kau berusaha menghibur saya.

Dalam bentuk diagram, kalimat pertama dapat digambarkan seperti berikut.



Lukisan pertama mengagumkan kita, sedangkan lukisan lainya jelek.
 
 
Sedangkan lukisan lainya jelek
 
Lukisan pertama mengagumkan kita
 
                                                                                             







lukisan pertama           = S                          sedangkan            = konjungsi
mengagumkan             = P                          lukisan lainnya    = S
kita                              = O                          jelek                   = P
Perhatikan ciri-ciri berikut!
  1. Klausa selalu berupa kelompok kata, bentuk linguistik, atau satuan gramatikal.
  2. Klausa terdiri atas subjek dan predikat, kadang-kadang hanya terdiri atas predikat saja.
  3. Klausa berpotensi menjadi kalimat tunggal.
  4. Klausa biasanya tanpa tanda baca.
  5. Klausa yang diberi tanda baca menjadi kalimat.
Misalnya :
1)      Erika sedang belajar (Klasua)
2)      Erika sedang belajar. (Kalimat)
3)      Erika sedang belajar? (Kalimat)
Dari penjelasan tersebut dapatlah disususn pengertian klasua seperti berikut.
            Klausa adalah kelompok kata yang terdiri atas subjek dan predikat yang berpotensi menjadi kalimat.
  1. Jenis-jenis Kalimat Majemuk Setara
Hubungan antar klausa di tandai oleh kata penghubung (konjungsi)  dalam kalimat kalimat majemuk setara menimbulkan makna tertentu. Berdasarkan makna ini kalimat majemuk setara dapat diklasifikasi atas tiga kelompok besar, yakni kalimat majemuk setara gabungan, pilihan, dan perlawanan. Berikut ini di sajikan beberapa jenis kalimat majemuk setara yang di jabarkan dari hubungan gabungan, pilihan, dan perlawanan.
    1. Kalimat Majemuk Setara Penggabungan
Kata penggabung antara klausa pertama dan kedua, lagi, dan, serta. Misalnya :
 1). Kita harus menyenangi seni satra dan harus membaca karya sastra.
2). Dia terampil melukis lagi pintar mematung
3). (Suster) Wasya sangat cantik serta tingkah lakunya menarik hati



b.  Kalimat Majemuk Setara Menyatakan  Urutan Waktu
     Kata penghubung antara klausa pertama dan kedua adalah mula-mula, lalu, dan kemudian.
     Misalnya :
       1). Ayah membawa seseorang ke warung kopi, lalu kami minum-
                        minum di sana        
       2). Wasya masuk ke kamar saya, kemudian dia menyapa dengan
                        ramah
3). Mula-mula saya curiga kepada Wasya, lama-lama saya senang
                  kepadanya
c.  Kalimat Majemuk Setara Pertentangan
       Kata penghubung antara klausa pertama dan kedua adalah tetapi, melainkan, padahal, sedangkan, tidak hanya,…tetapi, dan tidak/bukan sekadar…tetapi/melainkan.
       Misalnya :
       1). Menampilkan Wasya tomboi, tetapi tingkah lakunya lembut.
       2). Suster Wasya bukan hanya di senangi pasien pria, melainkan di
             dambakan setiap pasien wanita.
       3). Ia sudah bekerja keras padahal tubuhnya belum kuat benar.
d.  Kalimat Majemuk Setara Menguatkan
    Kata penghubung yamg menghubungkan klausa pertama dan kedua
    adalah bahkan, apalagi, dan lagipula.
    Misalnya :
    1). Saya tidak pernah berkeinginan bersahabat dengan gadis cantik
         Di daerah ini, bahkan membayangkannya pun tidak.
    2). Wajahnya yang cantik apalagi yang menawan membuat hatiku
         tertarik.




e. Kalimat Majemuk Setara Pemilihan
    Kata penghubung antara klausa pertama dan kedua adalah atau.
    Misalnya :
    1). Wasya yang melayani Rendra atau dokter Irina yang melayani
          anda.
   2). Rendra mau cepat sembuh atau Rendra mau tetap sakit.
B. Memahami Kalimat Majemuk Bertingkat dalam  Berbagai Kemungkinan dan Variasi
    1. Kalimat Majemuk Bertingkat
Salah satu daftar bacaan yang digunakan dalam penulisan karya tulis adalah buku Menulis Paragraf  (Tarigan : 1981). Dalam buku bacaan itu dapat ditemukan berbagai contoh kalimat majemuk bertingkat.
Misalnya :
a.       Turis mengakui bahwa Puncak sangat indah
b.      Linggajati yang terletak di kaki Gunung Ciremai berada di Kabupaten Kuningan.
Dalam bagan umum, kalimat pertama dan kedua dapat digambarkan sebagai berikut.


 




                                                                                             


            Kedudukan klausa 1 atau klausa utama tidak sama dengan kedudukan klausa 2 atau klausa sematan. Klausa sematan adalah bagian dari klausa utama. Konjungsi yang mengaitkan klausa utama dan klausa sematan antara lain sebagai berikut.





bahwa                                     baik       maupun
sesudah                                   bukan    melainkan
kalau                                       tidak     tetapi
 
 





            Dalam bentuk bagan yang lebih rinci, kalimat pertama dan kalimat kedua dapat digambarkan sebagai berikut.


 






        
        S                                P                                  O


 




Konjungsi                              S                                     P
 sangat indah
 
   Puncak
 
bahwa
 
        













 










                            S                                          P                           Ket










 





                            Klausa Sematan







 
Konjungsi                     P                Keterangan









 





C.  Memahami dan menggunakan Kalimat Majemuk Campuran

  1. Pahamilah jenis-jenis kalimat majemuk berikut!

    1. Kita mengenal tiga jenis kalimat majemuk. Pertama, kalimat majemuk setara atau kalimat koordinatif yamg telah dibicarakan pada Pelajaran Ketujuh. Kedua, kalimat majemuk bertingkat atau kalimat subordinatif yang telah dibicarakan pada Pelajaran Kedelapan. Ketiga, kalimat campuran atau kalimat subordinatif-Koordinatif. Hal yang terakhir ini akan dibicarakan pada pelajaran ini.
    2. Perhatikanlah kalimat Subordinatif-koordinatif berikut!


Ahmad mengawasi hutan lindung setelah surat pengangkatannya keluar dan perumahanya disediakan.
 
 



Kalimat tersebut terdiri atas tiga klausa, yaitu
Klausa 1 : Ahmad mengawasi hutan lindung
Klausa 2 : (setelah) surat keputusan pengangkatannya keluar
Klausa 3 : (dan) perumahanya disediakan
Hubungan klausa 1 dan klausa 2 disebut hubungan  subordinatif. Hubungan klausa 1 dan klausa 3 disebut hubungan koordinatif.
           
  1. Gabungkanlah pasangan kalimat berikut sehingga terbentuk kalimat majemuk campuran!
Contoh :
Ibu pulang.
Saya menyampaikan berita itu.
Nenek sakit keras.
Setelah ibu pulang, saya menyampaikan bahwa nenek sakit keras.


































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar