Minggu, 27 Mei 2012

Biologi Laporan Praktikum Proses Pengangkutan Air pada Tumbuhan


LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

Judul                           :  Proses Pengangkutan Air Pada Tumbuhan.
Metode                        :  Eksperimen.
Kompetensi Dasar       :  Mengaitkan hubungan antara struktur dan fungsi jaringan
dan struktur serta fungsi organ pada tumbuhan.
Tanggal Praktikum      :  25 Februari 2010
Waktu Praktikum        :  2 x 40 menit
Tempat Praktikum       :  Depan Kelas

            I.      TUJUAN

Memahami proses pengangkutan air dan zat terlarut pada tumbuhan melalui pembuluh xilem (pembuluh kayu).

         II.      DASAR TEORI

- Kapilaritas batang     : Tumbuhan mempunyai berkas pembuluh   
(pengangkutan) air yang disebut xilem. Xilem merupakan sebuah saluran kecil yang merentang mulai dari akar hingga daun.Karena kecilnya pembuluh-pembuluh tersebut, air dan mineral dapat naik ke atas tanpa dorongan apapun.
- Daya Isap Daun         : Daun yang umumnya tipis dan lebar juga menyebabkan tumbuhan mudah kehilangan air karena, air yang ada di daun menguap. Hilangnya air yang menguap ini akan menyebabkan tekanan pada daun menjadi  rendah sehingga menarik air yang ada di pembuluh. Isapan daun ini akan membuat air yang terdapat di akar naik ke atas.

          III.  ALAT DAN BAHAN

  1. Tabung Erlenmeyer
  2. Pisau
  3. Ember
  4. Tumbuhan pacar air (Impatiens balsamina) yang masih segar
  5. Larutan eosin atau tinta merah.

         IV.  CARA KERJA

1.       Siapkan dua tumbuhan pacar air yang sama ukuranya, kemudian cuci bagian akarnya.
2.       Ambil salah satu tumbuhan tersebut dan pangkas seluruh daunya sehingga tinggal batangnya saja.
3.       Potong bagian akar dari kedua tumbuhan tersebut. Pemotongan harus dilakukan dalam air.
4.       Pindahkan segera batang tumbuhan ke dalam tabung erlenmeyer  yang telah diisi larutan eosin atau tinta merah.
5.       Setelah lebih kurang 30 menit, amati bagian batang dan pada daun kedua tumbuhan tersebut. Selanjutnya buat potongan melintang batang. Amati pada bagian tengah potongan tersebut.
6.       Amati larutan eosin pada tabung erlenmeyer. Larutan mana yang berkurang lebih banyak pada kedua tabung erlenmeyer tersebut?







          V.   HASIL PENGAMATAN





                                   (a).                                                (b).


(a). Gambar tumbuhan pacar air yang berdaun dimasukan kedalam larutan eosin atau tinta merah
(b). Gambar tumbuhan pacar air yang tidak berdaun dimasukan kedalam larutan eosin atau tinta merah.



Hasil Pengamatan Dibawah Mikroskop







VI.   PERTANYAAN

  1. Pada tumbuhan mana larutan eosin atau tinta merah bergerak lebih cepat?
Jawab  :
Larutan eosin atau tinta merah bergerak lebih cepat pada tumbuhan pacar air yang berdaun.


  1. Apa peranan daun dalam pengangkutan eosin tersebut?
Jawab  :
Peranan daun dalam pengangkutan eosin adalah daun mempunyai daya isap daun sehingga akan membuat larutan eosin atau tinta merah naik ke atas.

  1. Faktor apa saja yang mempengaruhi naiknya larutan eosin atau tinta merah pada tumbuhan pacar air yang berdaun?
Jawab  :
Faktor yang mempengaruhi naiknya larutan eosin atau tinta merah pada tumbuhan pacar air yang berdaun adalah daya isap daun.

  1. Kesimpulan apa saja yang dapat kalian kemukakan dari hasil percobaan tersebut? (berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi pengngkutan air pada tumbuhan).
Jawab  :
- Kapilaritas batang  : Tumbuhan mempunyai berkas pembuluh  
(pengangkutan) air yang disebut xilem. Xilem merupakan sebuah saluran kecil yang merentang mulai dari akar hingga daun.Karena kecilnya pembuluh-pembuluh tersebut, air dan mineral dapat naik ke atas tanpa dorongan apapun.
Daya Isap Daun     :   Daun yang umumnya tipis dan lebar juga menyebabkan tumbuhan mudah kehilangan air karena, air yang ada di daun menguap. Hilangnya air yang menguap ini akan menyebabkan tekanan pada daun menjadi  rendah sehingga menarik air yang ada di pembuluh. Isapan daun ini akan membuat air yang terdapat di akar naik ke atas.



VII.   KESIMPULAN

Ternyata setelah dilakukan percoban larutan eosin lebih cepat naik pada tanaman pacar air yang berdaun karena, adanya daya isap daun. Sedangkan, larutan eosin naik lebih lambat pada tanaman yang tidak berdaun karena, kapilaritas batang.


                                                                                    Karanganyar, 25 Februari 2010

                  Mengetahui                                                           Praktikum
           Guru Bidang Study                                        


            Endah Sawitri spd                                               Luthvia Devintasari
             NIP. 132187997                                                        VIII B/15

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar