Minggu, 27 Mei 2012

Karya Tulis Cara Belajar yang Efisien


BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah

Setiap tahun beberapa pelajar memasuki berbagai sekolah yang telah di cita-citakannya. Tetapi, setiap tahunnya terkadang ada juga para pelajar yang tidak dapat menyelesaikan belajarnya selama berada di sekolahan tersebut. Banyak para pelajar yang tidak lulus menghadapi ujian karena, tidak mengetahui bagaimana cara belajar yang baik. Bahkan para pelajar yang tergolong sangat rajin dan cerdas, banyak pula yang gagal dalam ujian yang disebabkan karena, kurang kepandaian dan pengetahuannya dalam teknik belajar.

Karya tulis ini diperuntukkan bagi para pelajar yang membahas bab-bab tertentu. Dapat pula dijadikan pedoman oleh siapapun yang sedang menuntut suatu pengetahuan. Karya tulis ini menguraikan segala sesuatu yang berkenaan dengan usaha belajar yaitu, sikap pelajar yang baik, persyaratan untuk belajar dengan baik, pedoman-pedoman umum untuk belajar, cara mengatur waktu, cara membuat ringkasan, cara menghafal pelajaran, dan cara menempuh ujian. Berhasil atau tidaknya seorang pelajar dalam usaha belajarnya itu, kebanyakan bergantung kepada kecakapannya untuk mempraktikkan teknik belajar yang tepat.

Karya tulis ini berisi petunjuk-petunjuk yang harus dikerjakan dengan jerih payah yang lebih besar daripada belajar dengan sembarangan. Memang belajar bukanlah suatu usaha yang ringan, apalagi belajar secara teratur dan disiplin. Pada mulanya cara belajar yang baik harus diusahakan dengan penuh kesungguhan dan ketekunan. Untuk memiliki kecakapan dalam teknik belajar, tidak cukup kalau hanya membaca atau menghafalkan di luar kepala saja. Hanya dengan melaksanakan sendiri secara sungguh-sungguh apa yang diuraikan itu, barulah seorang pelajar memetik hasilnya.




Bertolak dari hal-hal diatas maka, penulis akan mengangkat masalah “Cara Belajar Yang Efisien” dalam karya tulisnya.

B.   Tujuan Penulisan

Tujuan yang hendak penulis capai lewat karya tulis ini adalah :
1.      Memberi informasi kepada pelajar bagaimana cara belajar yang baik.
2.      Membantu pelajar untuk menemukan solusi bagaimana cara belajar yang baik.
3.      Menjawab keluhan-keluhan para pelajar bagaimana cara belajar yang baik dan menghemat waktu.
4.      Memenuhi tugas dari pelajaran Bahasa Indonesia.

C.   Identifikasi Masalah

Masalah-masalah yang berhubungan dengan cara belajar yang efisien meliputi masalah-masalah :
1.      Sikap pelajar yang baik
2.      Persyaratan untuk belajar dengan baik
3.      Alat perlengkapan belajar
4.      Pedoman-pedoman umum untuk belajar
5.      Cara mengatur waktu
6.      Cara membaca buku
7.      Cara membuat ringkasan
8.      Cara menghafal pelajaran
9.      Cara menempuh ujian

D.   Pembatasan Masalah
Agar pembatasan masalah tidak keluar dari permasalahan dan lebih mendalam maka, pembatasan masalah di batasi pada masalah-masalah :
1.      Sikap pelajar yang baik
2.      Persyaratan untuk belajar dengan baik




3.      Pedoman-pedoman umum untuk belajar
4.      Cara mengatur waktu
5.      Cara membuat ringkasan
6.      Cara menghafal pelajaran
7.      Cara menempuh ujian

E.   Rumusan Masalah

1.      Bagaimanakah cara belajar yang efisien itu?

F.    Sistematika Penulisan

Penulisan karya tulis ini menggunakan sistematika sebagai berikut :
Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang Masalah
    2. Tujuan Penulisan
    3. Identifikasi Masalah
    4. Pembatasan Masalah
    5. Rumusan Masalah
    6. Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN MASALAH
A.    Sikap Pelajar Yang Baik
B.     Persyaratan Untuk Belajar Dengan Baik
C.     Pedoman-pedoman Umum Untuk Belajar
D.    Cara Mengatur Waktu
E.     Cara Membuat Ringkasan
F.      Cara Menghafal Pelajaran
G.    Cara Menempuh Ujian




BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran-saran
Daftar Pustaka





























BAB II
PEMBAHASAN

A.   Sikap Pelajar Yang Baik

Landasan utama bagi pembentukan cara belajar yang baik pada setiap pelajar adalah memiliki sikap rohani tertentu. Suatu sikap rohani yang ditumbuhkan dan dipelihara dengan sebaik-baiknya akan membuat seorang pelajar mempunyai senjata yang berupa kesediaan mental.

Cita-cita yang diperjuangkan dengan berbagai kegiatan belajar itu lalu menjadi tujuan belajar dari setiap pelajar. Apakah kelak ia ingin menjadi seorang dokter, seorang insinyur atau seorang guru. Tujuan belajar yang bersambung dengan cita-cita di masa depan itu merupakan suatu dorongan untuk belajar sungguh-sungguh. Tanpa motif tertentu, semangnat belajar seorang pelajar akan mudah padam karena, ia tidak merasa mempunyai suatu kepentingan yang harus diperjuangkan dengan jalan belajar.

Apabila seseorang belum menetukan tujuan khusus di dalam usaha belajarnya, hendaknya menginsafi bahwa belajar umumnya pasti akan mendatangkan bermacam-macam kemanfaatan. Menurut Ir. Arijo dalam bukunya Pedoman Belajar (1955) belajar umumnya berarti :

·         Menciptakan kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam masyarakat.
·         Menimbulkan kepuasan bagi diri sendiri karena, bertambahnya ilmu.

Dalam menentukan cita-citanya itu, hendaknya seorang pelajar tidak semata-mata berpegangan kepada hasrat hatinya saja. Kemampuan diri sendiri harus juga diperhitungkan. Selidikilah kelemahan-kelemahan diri sendiri berdasarkan angka-angka dalam rapor selama di sekolah. Tiap-tiap pelajaran mempunyai kesukaran-kesukaran





tertentu. Akan tetapi kalau seorang pelajar mempergunakan cara belajar yang baik disertai sikap rohani yang positif dan penuh kegembiraan untuk menjawab tantangan , maka tidak akan terasa sangant berat.

Setiap pelajar menaruh minat yang sebesar-besarnya terhadap pelajaran yang diikuti. Minat itu tidak hanya ditujukan kepada satu atau dua mata pelajaran yang pokok saja, melainkan terhadap semua mata pelajaran. Suatu mata pelajaran hanya dapat dipelajari dengan baik apabila si pelajar dapat memusatkan perhatianya terhadap pelajaran itu. Dan minat merupakan salah satu ancer yang memungkinkan konsentrasi itu.

Minat selain memungkinkan pemusatan pikiran, juga akan menimbulkan kegembiraan dalam usaha belajar. Keringanan hati akan memperbesar daya kemampuan belajar seseorang dan juga membantunya tidak mudah melupakan apa yang dipelajarinya itu. Belajar dengan perasaan yang tidak gembira akan membuat pelajaran itu terasa berat. Masing-masing mata pelajaran mempunyai keistimewaan-keistimewaan tersendiri. Lebih baik mempelajari salah satu diantaranya daripada tidak mempelajari sama sekali. Pengetahuan apapun yang dipelajari itu kelak pasti akan berguna untuk mencapai kemajuan atau kebahagiaan di dalam hidup ini.

Setiap pelajar harus yakin bahwa ia mempunyai kemampuan untuk memperoleh hasil yang baik dalam usaha belajarnya. Dengan mempunyai kepercayaan ini ia pasti akan dapat mengikuti dan mengerti palajaran-pelajaran dengan lebih baik. Apabila setiap hari telah belajar secara teratur dan semua bahan pelajaran telah dipelajari secukupnya, janganlah gentar dalam menghadapi ujian.

Kepercayaan pada diri sendiri perlu sekali dipupuk sebagai salah satu persiapan rohani untuk berjuan. Kepercayaan itu dapat dipupuk dan dikembangkan dengan jalan belajar tekun.






Cita-cita saja tidaklah cukup kalau tidak disertai kesanggupan untuk memperjuangkan cita-cita itu. Keuletan rohani akan membuat seorang pelajar berani menghadapi segala kesukaran dan tidak mudah putus asa. Untuk memupuk keuletan itu hendaknya ia selalu menganggap setiap persoalan atau kesukaran yang muncul sebagai suatu tantangan yang harus diatasi.

Selama belajar di sekolah, seorang pelajar harus mempunyai pula sikap sebagai pelajar yang sebaik-baiknya. Didalam kelas ia selalu melakukan kewajibanya sebagai pelajar dengan penuh disiplin dan rasa tanggungjawab. Dan selajutnya di dalam ujian ia tidak pernah melakukan kecurangan, melainkan selalu mengerjakan menurut kemampuan diri sendiri. Setiap pelajar harus membiasakan diri untuk ancer lebih pagi dari jam pelajaran yang telah ditetapkan. Selama pelajaran belum dimulai dapat dipergunakan untuk mengulang pelajaran-pelajaran di minggu lalu. Kalau seseorang tidak mempunyai kebiasaan yang baik itu, ia akan selalu tergesa-gesa waktu berangkat ke sekolah. Kerugiannya ialah kemungkinan ia lupa membawa sesuatu.

Selama di kelas hendaknya seorang pelajar mendengarkan uraian guru dengan penuh perhatian. Jangan sesekali mempunyai sikap acuh tak acuh, karena merasa telah mengetahui apa yang dibicarakan itu atau karena, beranggapan bahwa guru itu tidak begitu pandai.

B.   Persyaratan Untuk Belajar denagn Baik

Sebuah syarat untuk dapat belajar dengan baik dengan sebaik-baiknya ialah tersedianya tempat belajar. Letak meja yang dipakai untuk belajar hendaknya tidak menghadap kepintu kamar. Sebaiknya, meja itu menghadap ketembok dan membelakangi pintu kamar sehingga, seorang pelajar yang sedang belajar perhatiannya tidak tiap-tiap kali tertarik oleh orang yang lewat didepan pintu. Meja belajar sedapat-dapatnya diletakkan di sebelah kanan dari jendela kamar sehingga, cahaya matahari menyorot dari


arah kiri. Bilamana meja belajar bersih dan terasa luas, pikiran pelajar pun terasa jernih dan suasana jiwanya menjadi lapang. Penerangan yang baik adalah yang diberikan oleh cahaya matahari karena, warnanya putih dan sangat intensitif.

Untuk dapat belajar denagn baik seorang pelajar harus mempunyai tubuh yang sehat. Tanpa jasmani yang sehat pikiran takkan dapat bekerja dengan baik. Keadaan fisik yang lemah merupakan penghalang yang sangat besar untuk dapat menyelesaikan pelajaran di sekolah. Berhubungan dengan itu setiap pelajar harus menjaga kesehatannya secara teratur, jika badan merasa tidak enak segeralah berobat ke dokter.

Untuk memelihara kesehatan badan dapat dilakukan  kegiatan sebagai berikut:

·         Tidur yang cukup dan secara teratur
·         Makan secara teratur
·         Minum bayak air putih.

C.   Pedoman-pedoman Umum Untuk Belajar

Cara belajar yang efisien mengandung asas-asas tertentu yang tidak saja harus dipahami oleh para pelajar, melainkan lebih dari itu harus dihayati sepanjang masa belajarnya di sekolah. Pokok pangkal yang pertama dari cara belajar yang baik ialah keteraturan. Pengetahuan mengenai cara belajar yang efisien pada umumnya berupa rumus-rumus untuk bekerja secara teratur. Ilmu apapun adalah hasil dari proses pemikiran yang dilakukan secara sistematis. Hanya dengan jalan pikiran yang teratur pulalah ilmu itu dapat dimengerti dan dikuasai.

Jangan suka menunda-nunda belajar sampai sudah dekat ujian. Usaha “Cramming” itu mengandung bahaya. Kalau seorang pelajar karena, waktu yang sudah  mendesak lalu belajar mati-matian semalam suntuk, kadang-kadang sampai menjelang




pagi, maka apa yang diperolehnya pada keesokkan harinya bukanlah pengetahuan, melainkan badan yang lemas bahkan jatuh sakit.

Asas lain dalam cara belajar yang baik ialah disiplin. Dengan jalan disiplin untuk melaksanakan pedoman-pedoman yang baik di dalam usaha belajar, barulah seorang pelajar mungkin mempunyai cara belajar yang baik. Disiplin akan menciptakan kemauan untuk belajar secara teratur.

Berdisiplin selain membuat seorang  pelajar memiliki kecakapan mengenai cara belajar yang baik, juga merupakan suatu proses kearah pembentukan watak yang baik. Watak yang baik dalam diri seseorang akan menciptakan suatu pribadi yang luhur. Cara belajar yang baik adalah suatu kecakapan yang dapat dimiliki oleh setiap pelajar denagn jalan latihan. Membaca atau mempelajari pengetahuan mengenai cara belajar yang baik tidak mudah. Kalau cara belajar yang baik telah menjadi kebiasaan, maka tidak ada lagi resep-resep yang harus selalu diperhatikan sewaktu belajar.

Dengan demikian memiliki kebiasaan yang baik, nanti akan terwujud bahwa setiap usah belajar selalu memberikan hasil  yang sangat memuaskan. Ilmu yang sedang dituntut dapat dimengerti dan dikuasai sempurna. Ujian-ujian dapat dilalui dengan berhasil. Usaha yang berbuah itu akan menimbulkan kegembiraan dan kepuasan di dalam hati.

Setiap pelajar yang menuntut ilmu harus melakukan konsentrasi dalam belajarnya. Tanpa konsentrasi tak mungkin ia berhasil menguasai pelajarannya. Di dalam kelas sering dijumpai bahwa seorang pelajar walaupun tampaknya mendengarkan uraian guru, tapi ternyata pikirannya melayang-layang entah kemana.

Konsentrasi adalah pemusatan pikiran terhadap suatu hal dengan menyampaikan semua hal lainnya yang berhubungan. Kemampuan konsentrasi seseorang adalah bakat





yang diperolehnya sejak lahir. Pendapat yang demikian sesungguhnya kurang tepat,
kemampuan konsentrasi sesungguhnya merupakan kebiasaan seseorang yang dapat dilatih, jadi bukannya suatu bakat atau suatu yang diwarisi dari leluhur.

Pada dasarnya konsentrasi merupakan akibat dari perhatian, terutama perhatian yang bersifat spontan yang ditimbulkan oleh minat terhadap suatu hal. Cara untuk memperbesar kemampuan konsentrasi, perlulah dikemukaan beberapa sebab atau keadaan yang dapat membuat pikiran seseorang pelajar melayang-layang sewaktu belajar sehingga, banyak tenaga dan waktu yang terbuang sia-sia. Sebab-sebab tersebut ialah :

1.      Kekurangan Minat terhadap mata pelajaran yang dipelajari
2.      Gangguan keadaan sekeliling
3.      Gangguan kesehatan dalam diri pelajar.




















D.   Cara Mengatur Waktu

Banyak pelajar mengeluh kekurangan waktu untuk belajar. Tapi sesungghunya mereka kurang memiliki keteraturan dan disiplin untuk mempergunakan waktunya secara efisien. Saat jam kosong banyak sekali para pelajar mnggunakanya untuk ramai atau mengobrol. Padahal jika mereka dapat memanfaatkan waktu tersebut, mereka dapat menggunakannya untuk mengerjakan soal-soal atau pergi ke perpustakaan untuk membaca buku. Selanjutnya, sebagian pelajar kurang dapat memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya karena, tidak membagi-bagi waktunya untuk macam-macam keperluhan, tidak menyelidiki waktu-waktu yang terbaik baginya untuk belajar dan tidak mempunyai rencana belajar yang tepat.

Beberapa pedoman pokok yang pertama-tama perlu diketahui oleh para pelajar adalah sebai berikut :

·         Kelompokanlah waktu sehari-hari untuk keperluah tidur, belajar, makan, mandi, olahraga, dan urusan-urusan pribadi lainnya.
·         Selidiki dan tentukanlah waktu yang tersedia untuk belajar setiap hari.
·         Bila waktu agak terbatas, berilah jatah waktu tertentu bagi setiap mata pelajaran
dan kemudian belajarlah dengan penuh konsentrasi dalam batas waktu yang telah ditentukan itu.
·         Berhematlah dengan waktu, dalam belajar mulailah dengan seketika dan selesaikan secepat mungkin.

Sekali lagi yang penting ialah belajar secara teratur dengan penuh kesadaran dan konsentrai yan tinggi. Dan hari minggu sebaiknya terutama digunakan untuk keperluan rekreasi bersama keluarga.







Untuk dapat belajar teratur setiap hari pelajar harus mempunyai rencana untuk belajar dengan baik. Clifford T. Morgan dan James Deese dalam buku mereka How to Study memberikan encer bahwa daftar waktu itu akan menghemat waktu karena, mencegah keraguan-keraguan seseorang pelajar mengenai apa yang akan dipelajarinya dari waktu kewaktu. Jadi, menyusun daftar waktu belajar yang sangat terperinci sesungguhnya bukan suatu cara belajar yang efisien. Betapapun seorang pelajar berusaha menaati.

E.       Cara Membuat Ringkasan

Filusufis Inggris Francis Bacon didalam karangannya yang berkepala “Of Studies” mengatakan : Some books are to be tasted, others to be swallowed, and some few to be chewed and digested (Sebagian buku hendaknya dicicipi, sebagian lain ditelan dan sebagian kecil di kunyah-kunyah dan dicernakan). Usaha yang tepat untuk
mengunyah dan menyernakan sesuatu buku ialah dengan membuat ringkasan. Suatu ringkasan yang baik akan merupakan alat pembantu yang sangat berharga bagi setiap pelajaran.

Dalam membuat suatu ringkasan, seorang pelajar berusaha untuk mengambil intisari suatu uraian atau pokok-pokok pikiran. Kemudian, intisari itu dituliskan dengan singkat dalam kata-katanya sendiri serta pula dihubungkan dengan pokok-pokok pikiran lainnya yang juga telah diringkas.

Menggaris dibawah kalimat-kalimat penting dalam suatu buku belumlah berarti membuat ringkasan, karena kalimat-kalimat itu tidak diringkaskan. Tetapi, usaha menggaris itu merupakan suatu persiapan yang sangat baik untuk menyusun ringkasan. Dengan menggaris kalimat-kalimat yang penting, seorang pelajar telah mengumpulkan bahan-bahan yang perlu untuk membuat ringkasan itu. Sebaiknya, seorang pelajar barulah membuat suatu ringkasan seyelah ia selesai mempelajari suatu uraian itu.



Untuk dapat membuat ringkaan yang baik, seorang pelajar harus benar-benar mengerti uraian yang akan diringkas, yaitu pokok-pokok pikiran dalam uraian itu berserta hubungannya yang satu dngan yang lainnya.

F.   Cara Menghafal Pelajaran

Langkah berikutnya dalam belajar ialah menghafal. Setelah catatan-catatan pelajaran dan buku-buku pelajaran dibaca dan diringkas, bahan-bahan tersebut lalu harus dihafal dari luar kepala. Tanpa mengafal sehingga pelajaran itu dapat dikeluarkan kembali dari otak secara ancer, pastilah seorang pelajar tidak lulus dalam ujian.

Banyak pelajar ternyata tidak dapat menghafal dengan baik, yaitu usaha itu memakan waktu terlampau banyak atau usaha itu harus dilakukannya dengan jerih payah yang sangat besar ataupun apa yang telah dihafalnya dengan mudah terlupa lagi.
Hal ini terjadi karena, mereka tidak memperhatikan beberapa hal tertentu. Untuk dapat menghafal dengan baik menurut Prof. James L. Mursell dalam bukunya Using Your Mind Effective ada 3 syarat yang harus dipenuhi, yaitu tujuan, pengertian, dan perhatian.

Sebelum seorang pelajar mulai menghafal, ia harus mempunyai tujuan tertentu yang jelas. Dalam usaha belajar tujuan terdekat yang ingin dicapai ialah maju ujian dan lulus. Selanjutnya sebelum aktivitas menghafal dilakukan, bahan-bahan pelajarang harus
sudah dimengerti betul-betul. Akhirnya selama menghafal seorang pelajar mencurahkan perhatiannya sepenuh-penuhnya, yaitu dengan memperhatikan dengan seksama bahan pelajaranya.








Apabila seorang pelajar ternyata mempergunakan banyak tenaga, pikiran dan waktu untuk menhafal bahan pelajarn sedikit saja, hal ini umumnya disebabkan karena, ia belum mengerti sungguh-sungguh bahan itu. Tiada guna seorang pelajar
berusaha menghafal pelajarnanya diluar kepala kalau ia tidak mengerti pelajaran itu. Sesuatu pengetahuan yang dipelajarinya tanpa pengertian dengan mudah akan terlupa lagi. Oleh karena, itu setiap pelajar dalam usaha belajarnya hendaknya selalu berusaha agar ia mengerti betul-betul pelajara itu sebelum ia memulai untuk menghafalnya. Kalau ia mengerti dengan sebaik-baiknya pelajaran yang dihafalnya itu, pelajaran tersebut pasti tidak mudah terlupakan. Juga kalau suatu pelajaran telah dimengerti dengan baik, untuk menghafalanay di luar kepala sudah sangat mudah.

Selain itu kalau seorang pelajar belajar dengan mengerti, ini akan menambah semangat dan daya belajarnya. Seringkali seorang pelajar belajar baru sebentar lalu sudah merasa lelah. Hal ini disebabkan karena, ia tidak mengerti apa ynag dipelajarinya itu. J.F.H.A. de la Court dalam bukunya Belajar Sendiri juga mengatakan bahwa kelelahan itu tidak selalu disebabkan karena terlalu lama bekerja. Timbulnya kelelahan dalam usaha menurut pengetahuan sering disebabkan oleh pekerjaan yang tidak berbuah.

Dalam mempelajari suatu pelajaran, kalau ada hal-hal yang tidak dimengerti hendaknya seorang pelajar berusaha keras dulu untuk mengerti barulah menghafal. Janganlah merasa malu untuk bertanya, bertanya itu tidak menunjukan bahwa seorang
pelajar tersebut bodoh melainkan, menandakan bahwa ia menaruh perhatian terhadap pelajaranya dan memiliki hasrat untuk maju.

Menghafal adalah pekerjaan otak. Dengan sendirinya usaha menghafal itu akan dapat dijalankan lebih mudah kalau otak masih dalam keadaan yang sangat segar. Prof. James D. Weinland didalam bukunya How to Improve Your Memory menceritakan bahwa menurut penyelidikan beberapa ahli, hafalan yang dilakukan





diwaktu pagi hari akan lebih mudah terlupa daripada hafalan yang dilakukan pada malam hari sebelum tidur. Hal ini disebabkan karena, setelah selesai menghafal diwaktu pagi itu, seorang pelajar lalu mengerjakan hal-hal lainnya. Kesemua ini merupakan gangguan-gangguan yang menghalangi hafalan itu tertanam dengan sempurna dalam pikiran. Sedangkan kalau menghafal diwaktu malam, setelah selesai menghafal pelajar akan tidur. Dengan demikian tidak ada hal-hal yang akan membuat hafalan itu lebih mudah terbang dari kepala. Tetapi menghafal diwaktu malam juga ada kelemahannya, yaitu karena kegiatan rohani dalam sehari menjadi semakin surut akibat dipakai terus-menerus dari pagi hari. Prof. Weinland menyarankan agar usaha menghafal  itu sebaiknya mulai dilakukan diwaktu malam sebelum tidur dan diulang keesokan harinya diwaktu pagi, kecuali apabila diwaktu malam itu jasmani dan rohamni sudah sangat lelah.

Pada pokoknya metode menghafal dapat dibedakan dalam 3 macam :

a.       Menghafal dengan melalui pandangan mata saja. Bahan pelajaran itu dipandang atau dibaca didalam batin dengan penuh perhatian sambil otak bekerja untuk mengingat-ingat.
b.      Menghafal dengan terutama melalui pendengaran kuping. Dalam hal ini bahan pelajaran itu dibaca dengan suara yang cukup keras untuk dimasukkan ke dalam kepala melalui kuping.
c.       Menghafal dengan melalui gerak-gerak tangan, yaitu dengan jalan menulis-nulis diatas kertas dengan bolpoin atau pensil sambil berpikir berusaha menanamkan bahan pelajan itu.

Untuk bahan pelajaran yang memerlukan pengertian yang dalam, hendaknya dihafalkan melalui pengelihatan. Untuk pelajaran yang berupa definisi atau pokok-pokok pikiran yang memerluhkan perumusan kata demi kata dengan sangat tepat, sebaiknya dihafal dengan membacanya keras-keras. Untuk bahan pelajaran yang berupa bagan, grafik, peta, gambar demikian pula rumus-rumus yang wujudnya ruwet



atau apapun yang tidak dinyatakan dengan perkataan, lebih tepat untuk dihafalkan dengan gerak tangan. Dengan proses ini hafalan itu akan lebih mudah masuk ke dalam otak kerena, getaran-getaran tangan akan membantu usaha tersebut.

Kalau setiap pelajar dapat mempergunakan ketiga metode itu menurut kebutuhan pada suatu waktu atau melakuka kombinasi dimana perlu, pasti ia dapat menghafal setiap pelajarannya dengan efisien. Untuk memaksa agar otak mau betul-betul bekerja dalam usaha menghafal itu, dapatlah seorang pelajar menutupi bahan pelajaranya denga kertas atau tangan dan lalu mulut disuruh mengucapkan kembali apa yang sedang dihafal itu. Kalau tidak biasa, tengoklah bahan pembelajaran itu sebentar dan kemudian ditutup lagi. Tiada suatu cara yang lebih baik untuk menahan suatu agar tetap teringat daripada mempraktikkan apa yang telah dipelajari itu.

G.  Cara Menempuh Ujian

            Babak yang terakhir dari usaha para pelajar di sekolah ialah menempuh ujian secara tertulis ataupun lisan. Tapi, hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Colin E. Woodley untuk menulis bukunya How to Study and Prepare for Exams menunjukkan bahwa kebanyakan pelajar kurang mahair dalam tehnik ujian, banyak pelajar yang pandai ternyata gagal dalam ujian hanya karena mereka adalah pengikut-pengikut ujian yang
jelek. Oleh karena itu, pengarang tersebut sampai mengemukakan apa yang disebutmya sebagai “the science of preparing for and taking examinations” (ilmu menyiapkan diri dan menempuh ujian-ujian) yang hendaknya diperhatikan oleh para pelajar.

            Setiap ujian biasanya hanya mungkin dilalui dengan berhasil oleh seorang pelajar apabila ia menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, landasan utama dan kegiatan pokok untuk maju ujian adalah belajar dengan sebaik-baiknya. Para pelajar harus menyiapkan diri dengan belajar secara teratur, penuh disiplin dan




konentrasi pada masa yang cukup jauh sebelumnya ujian dimulai. Belajar secara mati-matian setelah ujian diambang pintu umumnya tak akan banyak menolong para pelajar. Apabila setiap pelajar sejak awal tahun ajaran telah belajar secara tertib, mengatur waktu belajar, membaca buku, membuat ringkasan dan menghafal pelajaranya sesuai dengan pedoman-pedoman yang telah dikemukaan dalam bab-bab di muka, maka sesungguhnya ia sudah siap siaga untuk menempuh ujian. Waktu-waktu yang terakhir menjelang ujian tinggallah dipergunakan untuk memperdalam pengetahuannya dan mengulangi menghafal pelajarannya.

            Jadi, setiap pelajar selainnya mempunyai rencana belajar secara teratur setiap hari sejak permulaan tahun ajaran, hendaknya membuat pula rencana persiapan ujian kira-kira 2 bulan dimuka dari masa ujian. Dengan memiliki rencana-rencana belajar harian dan persiapan ujian yang teratur itu, maka tinggallah pelajar itu belajar secara tertib dan disiplin sesuai dengan jadwalnya. Hal-hal lainnya kiranya tidak perlu banyak dirisaukan, apalagi meragu-ragukan apakah diri sendiri telah belajar dengan cukup. Bilamana telah betul-betul melaksanakan semua rencana belajar, maka pada waktunya ujian tiba persiapan pasti telah mendalam dan semua bahan pelajaran dikuasai dengan sebaik-baiknya

            Walaupun hari ujian sudah dekat, setiap pelajar hendaknya tetap mempersiapkan diri secara teratur. Janganlah memaksakan diri dan memeras waktu untuk belajar sebanyak-banyaknya. Ini tidak akan banyak menolong kalau sejak semula tidak belajar secara teratur. Selain belajar maka tidur, makan, olahraga dan rekreasi harus pula dilakukan secara teratur agar kondisi badan tetap baik. Lebih-lebih beberapa hari menjelang ujian kesehatan badan harus diperhatikan sungguh-sungguh agar jangan sampai jatuh sakit pada hari ujian. Bilamana selama ini pelajar telah belajar menurut rencana yang telah ditentukkan, maka dalam jangka waktu 24 jam sebelum ujian sebaiknya menutup semua buku dan catatannya. Jangka waktu itu perlu
dipakai untuk mendinginkan otaknya, mengendorkan sarafnya dan mengistirahatkan badanya. Pelajaran sedapat-dapatnya jangan dipikirkan




BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan

Dari uraian-urain diatas dapat saya simpulkan bahwa :

1.      Setiap pelajar dalam usaha belajarnya harus mempunyai tujuan yaitu, cita-cita dan harus disertai minat untuk mempelajari pelajaran tersebut.
2.      Setiap pelajar harus mempunyai kepercayaan diri demi keberhasilan dalam usaha belajarnya.
3.      Cara belajar yang efisien diantaranya :
1)      Menghayati setiap pelajaran disekolah.
2)      Teratur dan disiplin dalam belajar.
3)      Berlatih dengan sungguh-sungguh.
4)      Harus memusatkan pikiran pada satu titik dengan konsentrasi yang sungguh-sungguh.
5)      Harus dapat mempergunakan waktu dan membagi-bagi waktu dalam melakukan suatu hal.
6)      Menerapkan metode menghafal.

B.   Saran-saran

Saran-saran yang dapat saya sampaikan adalah :

1.      Biasakanlah diri untuk belajar sungguh-sungguh agar dapat meraih cita-cita
2.      Usahakan untuk dapat memmanfaatkan waktu sebaik mungkin.
3.      Jangan mudah putus asa dalam mencari ilmu








DAFTAR PUSTAKA

Gie, Liang.1972. Cara Belajar Yang Efisien. Yogyakarta : Universitas Gajah Mada.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar